Beberapa orang teman bilang saya bodoh karena saya masih mau repot padahal saya punya pembantu....
Saudara saya bilang saya rugi punya pembantu....
Bahkan suami saya pun bilang bahwa saya tidak bakat punya pembantu karena menurutnya ga ada bedanya antara ada pembantu ataupun tidak di rumah....
Tapi toh, saya masih mempekerjakan dia di rumah saya karena saya punya alasan untuk itu semua...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bude Rum, itu namanya. Saya panggil dia bude karena memang dia lebih tua dari saya. Dia mulai bekerja di rumah sejak dek Rafa umur 4 bulan. Alasan utama saya saat itu adalah saya tidak bisa menghandle semua pekerjaan domestik sendirian. Mas indra masih belum siap untuk berbagi perhatian, karena memang sebelumnya hanya ada kami berdua di rumah. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil seorang asisten untuk meringankan tugas saya agar saya bisa lebih fokus ke anak2.

Sejak hari pertama dia kerja, saya tidak pernah menganggap bahwa dia adalah orang yang bisa disuruh ini itu, kesana kemari, menghandle beberapa pekerjaan sekaligus sementara saya ongkang2 kaki...sama sekali tidak ! Saya menganggap dia lebih sebagai partner kerja daripada seorang pembantu.

Tiap harinya, bude Rum datang jam 7.30 dan pulang jam 12.00, atau kadang2 malah pulang lebih awal jika kerjaan sudah beres. Dia hanya masuk pas hari kerja, jadi pas hari libur atau tanggal merah dia ikutan libur. Sehari2, anak2 dan urusan dapur adalah bagian saya, selebihnya dia yang pegang. Terkadang, saya bantu juga kerjaan dia saat bagian saya udah beres dan saya lagi ga ngapa2in. Enak di dia ? Mungkin. Salah di saya ? Saya rasa tidak, daripada saya ga ada kerjaan, mending saya bantuin kerjaan dia, kan itu untuk rumah saya juga. Saya paling ga suka kalo ga ada yang dikerjain. Mendingan capek tapi puas daripada bengong....

Soal bayaran yang dianggap lebih tinggi daripada temen2nya yang kerjaannya sama *atau bahkan lebih berat ?*, saya anggap itu pantas. Bude Rum udah hampir 3 tahun ikut saya, dan rasanya wajar jika dia udah dapat kenaikan gaji beberapa kali. Ga ada yang perlu diributin....terserah saya kan mau kasih dia berapa...*kenapa mesti orang lain yang rese ?*

Saya suka bangun pagi untuk nyiapin sarapan....
Saya suka masak sambil nyuapin dek Rafa sekaligus bantuin persiapan mas Indra saat berangkat sekolah.......
Saya suka bersih2 kamar, lemari dan menyusun ulang buku2 dan majalah, karena memang saya tidak ijinkan bude Rum untuk melakukan itu *ada beberapa bagian di rumah yang saya anggap privasi *......
Saya menikmati semua yang saya lakukan *meski kadang saya suka ngeluh juga kalo ga sempat punya waktu untuk istirahat*...but still, I do enjoy it....

Saya hanya punya satu alasan: saya ingin memberikan teladan buat kedua buah hati saya. Kalau bukan saya, siapa lagi yang bisa mereka tiru ? Punya pembantu tidak lantas berarti saya melegalkan sikap sok juragan di rumah. Selama masih ada yang bisa dilakukan sendiri kenapa harus pembantu yang ngerjain ? Sekali lagi saya tegaskan, dia bukan bawahan saya tapi partner kerja *hhhheee...keren ya ?* Saya bisa ngomel kalau anak2 ga mau beresin mainan, teriak minta dilayanin *diambilin makan, minum, plus disuapin* gara2 keasikan main game di PC, atau ninggalain piring / gelas kosong begitu aja tanpa mau naruh di wastafel.

Saya ingin, jika saatnya tiba nanti mereka udah terbiasa untuk mandiri. Tidak mungkin bagi saya untuk terus mempertahankan bude Rum. Akan tiba masanya saya harus melatih anak2 untuk berbagi tugas di rumah. Entah kapan saya juga belum bisa memastikannya, bisa jadi beberapa bulan lagi atau bahkan beberapa tahun lagi. Yang pasti, saat anak2 siap, bude Rum pasti akan saya lepas....


date 13.3.10

4 komentar to “PemBanTu, aSiSteN, oR..... ?”

  1. Diyah kusumaningsih
    13/3/10 10:56 PM

    Bagus mbak kalo yang mbak Yani lakukan untuk mendidik anak2 supaya mandiri, tapi kalo capek jangan memaksakan diri lho..... :-)

  1. indra2fa
    29/3/10 4:11 PM

    iya mba...
    makasih ya :)

  1. entik
    31/3/10 10:14 AM

    top deh mba...
    aku juga pegang prinsip kayak dirimu. Asisten di rumah hanya membantu pekerjaan kita.
    Untuk urusan dapur dan anak tetep aku yang pegang sebisa mungkin. Hasilnya jelas kepuasan diri sendiri mengurus keluarga..

  1. indra2fa
    2/4/10 3:25 PM

    bener mba...
    lagian ngapain juga kita di rumah kalo urusan anak mesti diserahin ke pembantu ?